Friday, June 29, 2007

Kuterima penolakanmu

Bagaimana rasanya ditolak? Sakit hati? Sedih? Underestimate? Bunuh diri? Oh no! dunia belum berakhir men!

Pinangan adalah sebuah permintaan, wajar jika ada yang diterima ataupun ditolak. Bukankah hal ini pun berlaku secara umum dalam kehidupan kita? saat kita memiliki barang yang sangat kita senangi, kemudian ada teman yang meminta, ada kalanya kita memberikan, ada kalanya pula kita menolak, jika barang tersebut teramat sangat kita senangi. Wajar kan?

Tidak perlu berlebih-lebihan dalam hal menanggapi penolakan sebuah permintaan. Kita tidak memiliki hak paksa untuk meminta sesuatu dari orang lain. Bila yang diminta hanya sebuah barang yang mudah kita dapatkan, kita bisa memahami jika ada orang yang menolak memberikannya kepada kita. Bagaimana jika yang diminta adalah sebuah jiwa, ruh, kesadaran, perasaan, bahkan kehormatan? Untuk memberikannya, tidak kepada sembarang orang bukan?Menikah hanya sebuah akad, sebuah perjanjian. Tetapi, itu adalah perjanjian yang amat berat, hingga Allah pun membuka pintu langit untuk mengabulkan semua do’a yang diucapkan pada saat itu, dan setan pun menjerit meraung-raung manakala sebuah akad nikah terucap.
Dampaknya, saat seseorang telah melewati garis perjanjian itu, maka ia pun telah siap, ridlo untuk membagikan seluruh apa yang ia miliki kepada pasangannya.

Sangat wajar jika untuk menerima sebuah pinangan memerlukan pemikiran dan pertimbangan masak, karena dampaknya amat besar. Seorang perempuan perlu berpikir, istikharah, menimbang-nimbang, dan meminta pendapat orang lain untuk memantapkan keputusannya. Ia tidak ingin tergesa-gesa menerima, sebagaimana juga tak ingin tergesa-gesa menolak. Seorang lelaki perlu meneliti, mencermati, menimbang-nimbang, istikharah dan meminta pertimbangan dari orang lain sebelum memutuskan untuk meminang seorang perempuan.
Maka, janganlah meminang dengan perasaan takut ditolak. Wajar, jika kita punya keinginan yang diutarakan menjadi sebuah permintaan, maka permintaan itu akan ditolak, atau diterima. Jika diterima, Alhamdulillah, jika ditolak, Allahu Akbar!

Jadi, gimana kalau ditolak? Tenang…. Belanda masih jauh!

No comments: